Analisa

Tinjauan Pakar: Minyak, Mata Uang Kripto, dan Aktivasi Pasar

Analisis Jangka Menengah oleh Pakar Olymp Trade


Non-farm Payroll (Upah Non Pertanian) dirilis dan cukup mengguncang. Dolar terus menguat dan aset defensif menurun. Pasar akhirnya mulai memasuki masa tren usai periode konsolidasi. Apa gerangan yang terjadi dengan pasar komoditas, valuta asing, dan mata yang kripto telah dianalisis oleh pakar Olymp Trade dalam artikel ini.

 

Tren Mingguan

  • CHF/JPY  −0.61%. Diperdagangkan dengan arah jual 100 dolar dan pengganda X200 bisa menghasilkan 122 dolar.
  • CAD/CHF  +0.92%. Anda dapat menghasilkan 184 dolar jika melakukan trading arah naik dengan 100 dolar dan pengganda X200.
  • NZD/CHF  +0.75%. Anda dapat menghasilkan 150 dolar jika melakukan trading arah naik dengan 100 dolar dan pengganda X200.

 

Pasar Komoditas

Harga minyak mentah Brent saat ini telah pulih ke 70 dolar per barel. Alasan utamanya adalah tanda-tanda meningkatnya permintaan bahan bakar di Amerika Serikat, yang mengimbangi kekhawatiran pembatasan gerakan di Asia yang disebabkan oleh penyebaran virus corona varian Delta.

Namun, situasi segera berubah. Brent turun di bawah 70 dolar usai AS meminta OPEC meningkatkan produksi dalam upaya untuk mengatasi kenaikan harga bensin. Pemerintahan Presiden Biden percaya bahwa tingkat produksi saat ini ‘tidak cukup’ dan ini dapat membahayakan pemulihan ekonomi global. Kami dapat mengatakan bahwa pemerintahan saat ini sepenuhnya mengulangi tindakan sebelumnya terkait masalah ini.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) merilis perkiraan minyak. Perkiraan ini cukup konservatif dan mengasumsikan bahwa kelangkaan minyak di pasar akan berakhir pada Desember 2021. Jika semuanya berjalan sesuai skenario IEA, maka kita tidak akan melihat kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.

Menurut IEA, harga minyak mentah Brent tetap mendekati level saat ini hingga akhir 2021, yaitu rata-rata 72 dolar per barel dan tingkat permintaan akan menurun. Pada 2022, minyak mentah Brent akan menurun menjadi rata-rata 66 dolar per barel.

Alasan utamanya sama dengan pembahasan oleh kartel OPEC+. Pertumbuhan produksi yang berkelanjutan di sejumlah negara OPEC+ dan percepatan pertumbuhan produksi minyak yang masih belum pulih di Amerika Serikat akan melampaui pertumbuhan konsumsi minyak dunia yang melambat, dan berkontribusi pada penurunan harga emas hitam.


Harga emas turun ke 1.720 dolar per ounce sejak laporan Upah Non Pertanian terakhir. Dolar menguat usai lowongan pekerjaan AS melonjak ke 590.000 Juni lalu dan melampaui 10 juta untuk pertama kalinya, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Begitu juga, jumlah pekerjaan non-pertanian baru di Amerika Serikat melonjak 943.000 Juli lalu, yang jauh lebih tinggi dari perkiraan.

 

Pasar Mata Uang

USD bertahan di level tinggi berkat data yang lebih kuat dari pasar tenaga kerja AS. Pada gilirannya, data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa stimulus Federal Reserve akan segera mereda.

Prospek pengurangan program pembelian obligasi telah meningkatkan imbal hasil obligasi AS, dan berdampak negatif pada aset aman seperti emas dan franc Swiss.


CHF turun sekitar 1,6% terhadap dolar dalam beberapa hari dan diperdagangkan pada 0,92 franc per dolar. Selaras dengan euro, mata uang Swiss berada pada level 1,080 euro. Di awal bulan ini, franc naik ke 1,072 atau yang terkuat dalam sembilan bulan terakhir.

Pasar telah bergerak, merevisi waktu pemotongan stimulus Fed. Proses ini baru saja dimulai dan penyesuaian berikutnya bisa terjadi.


JPY turun ke 0,08% terhadap dolar menjadi 110,37 yen, mendekati level terendah dalam dua pekan. Dolar kembali ke puncak sebelumnya di 111 yen sebagai dampak kenaikan imbal hasil obligasi AS.

 

Pasar Mata Uang Kripto

Bitcoin pulih dengan cepat setelah penurunan yang berkepanjangan. Harga mata uang crypto utama melampaui 46.000 dolar dan nilai BTC naik 50% hanya dalam beberapa pekan. Sejauh ini, tidak ada alasan mendasar yang jelas untuk pertumbuhan ini, sehingga kenaikan ini bisa menjadi jebakan bullish berikutnya bagi para trader jangka pendek.


Hard fork London dilakukan pada Ethereum Mainnet blok #12.965.000. Dalam beberapa jam pertama usai aktivasi London, harga ETH meningkat 10%. Pembaruan tersebut menunda aktivasi ‘bom kesulitan’ hingga 1 Desember 2021 dan mengurangi kompensasi, yang akan menyebabkan penurunan pendapatan penambangan sekitar 20-30%.


Sementara itu, regulator AS terus ‘menyerang’ layanan mata uang kripto melalui serangkaian langkah berikut:

  • BitMEX menyelesaikan sengketa perdata dengan Komisi Trading Berjangka Komoditas AS (CFTC) dan Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN). Perusahaan tersebut setuju untuk membayar denda 100 juta dolar karena melanggar prosedur anti pencucian uang dan prosedur verifikasi pelanggan.
  • SEC AS mengajukan petisi ke pengadilan agar diberikan akses untuk korespondensi para staf Ripple di layanan perpesanan Slack. Mereka berencana mengakses ‘lebih dari satu juta pesan yang mencakup terabita data.’
  • SEC menjatuhkan denda untuk bursa kripto Poloniex sebesar 10 juta dolar karena mengorganisir perdagangan sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk aset digital pada Juli 2017-November 2019.

 

Kesimpulan

Dolar AS sudah mulai bergerak dan menurunkan hampir semua pasar yang berpasangan dengannya. Prospek penurunan Quantitative Easing (QE) dari The Fed AS telah menyibukkan pasar yang masih berusaha mencerna informasi tersebut. Akibatnya, pergerakan tren jangka menengah bagi sejumlah aset dapat terbentuk karena pergerakan tersebut telah terjadi sejak lama.

Related posts
Analisa

Berita, Tren & Analisa 10.09.2020

British AstraZeneca, yang mengembangkan pembuatan vaksin anti COVID-19 bersama Universitas Oxford, umumkan penundaan uji coba klinis.
Analisa

Berita, Tren, Analisa 15.10.2019

Akhir minggu lalu, presiden AS umumkan perkembangan signifikan pada negosiasi dengan Cina. Kabar ini mendukung kuotasi harga minyak. Pemimpin AS juga mengatakan bahwa Cina telah...